loading...

Rapat Perdana Kajian Ekonomi dan Sosial untuk Warga Terdampak Relokasi di Kabupaten Pekalongan

Pada Selasa, 30 Juli 2024, diadakan rapat pertama Kajian Ekonomi Warga Terdampak Relokasi di Kabupaten Pekalongan, bertempat di Ruang Amarta Kantor Bapperida Kab. Pekalongan. Rapat yang dimulai pukul 10.00 ini dihadiri oleh tim dari Bapperida Bidang Ekin, Bapak Aditya Darmawan, S.E dan Mba Yayang dari bidang  EKIN  serta mahasiswa magang dari UIN, UPGRIS, dan UNIKAL, dengan tujuan melakukan koordinasi awal untuk membahas dampak relokasi terhadap ekonomi, sosial, dan infrastruktur bagi warga terdampak di wilayah Kabupaten Pekalongan, khususnya mereka yang berasal dari Dusun Simonet dan kawasan kumuh pinggiran Sungai Mrican.

Latar Belakang Kajian

Kajian ini muncul sebagai upaya untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi warga pesisir Pekalongan akibat bencana abrasi dan rob yang parah, khususnya di Dusun Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto. Perubahan iklim, kenaikan permukaan laut, serta degradasi lingkungan di kawasan pesisir menyebabkan Dusun Simonet hampir tenggelam sepenuhnya. Begitu juga dengan kawasan kumuh di sekitar bantaran Sungai Mrican yang semakin memperburuk aliran air, sehingga memicu banjir dan kerusakan lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengambil langkah untuk merelokasi warga terdampak dari kawasan ini guna menyediakan tempat yang lebih aman dan layak. Namun, proses

relokasi ini juga membawa tantangan baru, terutama dalam menjaga keberlanjutan ekonomi dan sosial masyarakat di lingkungan baru mereka. Kajian ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk menilai perubahan ekonomi, tingkat kesejahteraan, serta interaksi sosial warga yang direlokasi, dengan tujuan akhir memberikan masukan kebijakan yang relevan bagi pemerintah daerah.

Agenda dan Tujuan Rapat

Rapat pertama ini bertujuan untuk merumuskan kerangka kajian yang komprehensif, meliputi beberapa agenda penting:

  1. Dampak Ekonomi dari Relokasi: Agenda ini fokus pada bagaimana relokasi memengaruhi penghasilan, tingkat pendapatan, serta kesempatan kerja warga. Banyak warga yang sebelumnya bekerja sebagai nelayan atau petani pesisir kini harus beradaptasi dengan kondisi baru yang mungkin tidak mendukung pekerjaan mereka. Kajian ini akan memeriksa apakah mereka dapat mempertahankan pendapatan yang layak dan bagaimana bantuan ekonomi dapat diberikan.

  2. Pengaruh Relokasi Terhadap Kehidupan Sosial: Perubahan lingkungan hidup sering kali mengganggu ikatan sosial yang sudah terbentuk. Rapat ini membahas pentingnya dukungan sosial bagi warga untuk beradaptasi di lokasi relokasi, termasuk bagaimana mereka dapat tetap aktif dalam kegiatan masyarakat dan memiliki akses terhadap layanan publik, seperti pendidikan dan kesehatan.

  3. Evaluasi Infrastruktur Dasar di Lokasi Relokasi: Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu kunci keberhasilan relokasi. Dalam diskusi, para peserta mengidentifikasi kebutuhan akan air bersih, sanitasi, dan transportasi yang baik di lokasi baru agar kehidupan warga lebih mudah dan layak. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung aktivitas sehari-hari warga terdampak, sehingga mereka dapat hidup dengan lebih nyaman dan produktif.

 Pentingnya Kajian ini bagi Masa Depan Masyarakat Terdampak

Rapat ini menekankan bahwa keberhasilan relokasi bukan hanya tentang menyediakan tempat tinggal yang aman, tetapi juga tentang menjamin kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat terdampak. Kajian ini penting karena akan menghasilkan data dan rekomendasi yang komprehensif untuk mendukung keberlanjutan hidup warga dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Rekomendasi ini nantinya dapat menjadi dasar bagi kebijakan-kebijakan pembangunan yang lebih efektif di masa mendatang, terutama dalam menangani bencana dan dampak iklim di kawasan pesisir Pekalongan.

Metodologi dan Kebutuhan Data dalam Kajian

Tim kajian menggunakan pendekatan deskriptif eksplanatori dalam penelitian ini, dengan metode pengumpulan data yang mencakup survei kepada warga terdampak, wawancara mendalam, serta observasi langsung di lokasi relokasi. Beberapa data yang akan dikumpulkan meliputi:

  • Ekonomi: Data terkait sumber penghasilan, tingkat pendapatan, dan lapangan pekerjaan warga sebelum dan sesudah relokasi.

  • Sosial: Profil demografi dan data sosial warga terdampak, termasuk akses terhadap layanan publik di lokasi baru.

  • Infrastruktur: Data kondisi infrastruktur dasar seperti sanitasi, transportasi, serta kondisi lingkungan di lokasi relokasi.

Melalui kajian ini, diharapkan Bapperida dapat menyusun laporan yang mampu memberikan gambaran lengkap mengenai dampak relokasi bagi warga dan merancang kebijakan pembangunan yang lebih berkelanjutan di masa depan.


Notulensi dan Rencana Tindak Lanjut

Rapat mencatat beberapa langkah strategis dalam pelaksanaan kajian ini. Pada minggu pertama, tim akan mempersiapkan dan mengumpulkan data awal untuk menyusun kerangka penelitian. Minggu berikutnya akan difokuskan pada pengumpulan data lapangan, yang mencakup survei, wawancara, dan observasi di lokasi relokasi. Berikutnya, tim akan melakukan analisis data yang telah dikumpulkan dan menyusunnya menjadi laporan komprehensif yang dijadwalkan selesai pada 5 September 2024. Tim juga berencana melakukan survei lapangan di Dusun Simonet yang paling parah terkena dampak rob.

Harapan dari Rapat Ini

Dengan adanya kajian ini, diharapkan pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat mengambil langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat terdampak relokasi, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Selain itu, kajian ini juga akan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi di lokasi relokasi sehingga dapat diantisipasi melalui kebijakan yang tepat sasaran.


Kesimpulannya, rapat ini menjadi awal yang penting dalam merencanakan upaya keberlanjutan hidup masyarakat terdampak di Kabupaten Pekalongan. Melalui koordinasi dan sinergi yang baik antara berbagai pihak, diharapkan hasil kajian ini akan mendukung kebijakan yang berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi warga yang direlokasi.