loading...

Rapat Koordinasi Sosialisasi Gerakan KUDU Sekolah dan Serah Terima Aplikasi KUDU Sekolah Tahun 2024 di Kabupaten Pekalongan

Pada Jumat, 22 Maret 2024, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Kabupaten Sekalogun yang mengusung tema Sosialisasi Timeline Gerakan Kembali untuk Pendidikan Unggul (KUDU) Sekolah dan Serah Terima Aplikasi KUDU Sekolah Tahun 2024. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Amarta, Lantai 2 BAPPERIDA Kabupaten Pekalongan ini mengumpulkan berbagai pemangku kepentingan terkait, bertujuan untuk menyatukan visi dan strategi dalam menangani Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah Kabupaten Pekalongan.  


Pentingnya Acara dan Partisipasi Stakeholder

Acara ini dihadiri oleh tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, koordinator 19 kecamatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta TP PKK Kabupaten Pekalongan. Dalam pembukaan acara, Kepala BAPPERIDA menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidikan, serta masyarakat sangat penting untuk menciptakan dampak nyata dalam mengembalikan ATS ke sekolah formal maupun non-formal. Dijelaskan pula bahwa program ini tidak hanya memfokuskan pada angka kembalinya ATS ke sekolah, namun juga pada kualitas intervensi yang diberikan dalam rangka meningkatkan akses pendidikan yang merata dan inklusif.


Rangkaian Acara dan Pembahasan dalam Rapat

Rapat kali ini memiliki agenda penting, antara lain:

  1. Sosialisasi Timeline Program Pengembalian ATS Tahun 2024: BAPPERIDA menjelaskan rencana dan target capaian tahun 2024, dengan tahapan waktu pendataan ATS baru yang dilaksanakan pada 22 Maret hingga 22 April 2024, serta validasi data yang berlangsung hingga Juni 2024.

  2. Evaluasi Kinerja Tahun 2023 oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan: Menyoroti beberapa tantangan dalam pelaksanaan verifikasi data dan pendekatan kepada ATS selama tahun sebelumnya, termasuk lamanya proses verifikasi di 19 kecamatan serta kendala pengolahan data.

  3. Paparan Target dan Teknis Pengembalian ATS Tahun 2024: Dinas Pendidikan menargetkan sebanyak 650 anak kembali ke sekolah formal maupun non-formal di tahun 2024, berdasarkan hasil verifikasi ATS yang dilakukan pada tahun 2023.

  4. Serah Terima Aplikasi KUDU Sekolah: Aplikasi berbasis web dan android ini diserahkan oleh BAPPERIDA kepada Dinas Pendidikan sebagai alat pendukung utama dalam pencatatan dan monitoring pengembalian ATS.



Mengapa Gerakan KUDU Sekolah Penting?

Gerakan KUDU Sekolah hadir sebagai solusi dalam menanggulangi tingginya angka ATS di Kabupaten Pekalongan. ATS yang kembali bersekolah tidak hanya mendapatkan kesempatan pendidikan, tetapi juga diberikan dukungan melalui bantuan stimulant dan bimbingan berkelanjutan dari PKBM. Melalui program ini, pemerintah daerah berharap dapat meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Kabupaten Pekalongan, karena pendidikan merupakan modal utama bagi mereka untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.


Notulensi Rapat: Evaluasi dan Masukan dari Stakeholder

Pada sesi tanya jawab, sejumlah masukan dari peserta turut mencuat, antara lain:

  • Keluhan dari beberapa kecamatan terkait akses bantuan finansial bagi ATS yang sudah kembali bersekolah, serta tantangan administratif yang dihadapi masyarakat dalam proses pengembalian anak ke sekolah melalui PKBM.

  • Kendala di Kecamatan Karanganyar mengenai ijazah yang masih tertahan, yang menyebabkan beberapa anak tidak dapat melanjutkan pendidikan.

  • Harapan agar Gerakan KUDU Sekolah dapat lebih memperhatikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang juga memiliki hak atas pendidikan yang layak dan setara.

Dengan berbagai masukan ini, BAPPERIDA dan Dinas Pendidikan menyatakan komitmennya untuk meningkatkan efektivitas program, termasuk melakukan pendekatan door-to-door kepada ATS dan memperbaiki aplikasi KUDU Sekolah agar lebih responsif terhadap kebutuhan di lapangan.


Penutup dan Harapan Kedepan

Acara rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk memastikan sinergi yang kuat antar semua pihak, sehingga Gerakan KUDU Sekolah di Kabupaten Pekalongan dapat berjalan lancar dan efektif. Harapannya, dengan kerjasama yang solid dan dukungan penuh dari berbagai pihak, program ini mampu mendorong Kabupaten Pekalongan menjadi daerah yang unggul dalam penyediaan pendidikan yang merata dan inklusif.


BAPPERIDA menegaskan bahwa program ini akan terus dioptimalkan sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pendidikan yang terbaik bagi generasi muda, dan diharapkan menjadi contoh baik bagi wilayah lain. Dengan adanya kolaborasi yang kuat, Gerakan KUDU Sekolah diharapkan dapat mencapai target yang ditetapkan dan membawa dampak positif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan.