loading...

PEMKAB PEKALONGAN IKUTI PENILAIAN KINERJA STUNTING TAHUN 2024 PROVINSI JAWA TENGAH

Bertempat di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Rabu (28/5) dilaksanakan Penilaian Kinerja Stunting Kabupaten Kota se-Jawa Tengah oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Jawa Tengah. Dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Pekalongan, kegiatan ini TPPS Kabupaten Pekalongan dan juga menghadirkan beberapa innovator terkait Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting diantaranya dari Puskesmas Wiradesa, Puskesmas Tirto I, Puskesmas Kedungwuni I, Puskesmas Karangdadap, dan Dinkes Kab.Pekalongan. 

Sebanyak 5 Juri TPPS Prov. Jateng yang berasal dari sejumlah OPD menyampaikan beberapa pertanyaan guna klarifikasi atas paparan yang sudah disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Pekalongan – Drs. Ali Reza, M.Si. Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan – Setiawan Dwi Antoro, SKM, M.Kes; Kepala Bapperida Kab. Pekalongan – Trisno Suharsanto, SE, M.Si; Kepala Dinas PU Taru Kab. Pekalongan Mudiarso, SP, MT; Plt. Kepala Dinas Sosial Kab. Pekalongan – Budi Rahardjo, AP. M.AP; Kepala Desa Wiradesa beserta sejumlah Kader (TPK, KPM, dan TP PKK Kab. Pekalongan).

Tim Juri yang dipimpin Edy Purwanto, SKM, MSc.PH dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menanyakan bahwa dari paparan diperoleh informasi d/s atau tingkat kehadiran balita ke Posyandu di Kabupaten Pekalongan relatif masih kecil, sehingga ditanyakan upaya apa saja yang ditempuh Pemkab Pekalongan dalam meningkatkan kehadiran jumlah baduta dan balita di posyandu. Pertanyaan dari juri lain antara lain berkaitan dengan keberlanjutan inovasi, karena dari 5 inovasi hanya 1 inovasi dilaksanakan di tingkat kabupaten sementara 4 inovasi lainnya pada tingkat kecamatan. Dijelaskan Ali Reza, bahwa walaupun gagasan awal berasal dari beberapa puskesmas namun inovasi tersebut sudah direplikasi di sejumlah puskesmas dengan mempertimbangkan kearifan lokal.  

Juri lain juga menanyakan bagaimana tingkat keberhasilan pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Pekalongan. Dari slide paparan yang ditampilkan disebutkan beberapa permasalahan pada analisis situasi di aplikasi webmon bangda tahun 2023 terdapat sejumlah indikator yang capaiannya relatif rendah. Kadinkes Kab Pekalongan menyampaikan indikatorindikator tersebut mengalami peningkatan pada tahun 2024. Hal ini dapat pula dibuktikan secara statistik bahwa angka stunting hasil SSGI menurun dari 28,6% tahun 2023 menjadi 16,5% pada tahun 2024. “Tentunya ini berkat kerja keras dari semua stakeholder dan juga dampak dari beberapa inovasi stunting yang sudah disampaikan,” jelas Setiawan.